
RETREAT : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyematkan pita untuk peserta retreat Kades terpilih, Senin (8/12).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar retreat untuk kepala desa yang terpilih pada Pilkades 2025. Retreat dilaksanakan di Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 643/WNS.
Tak hanya kepala desa, retreat diikuti para pendamping desa, serta jajaran perangkat daerah terkait.
“Retreat perdana ini adalah sebuah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan karakter kepemimpinan para kepala desa,” kata Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, saat membuka retreat, Senin (8/12).
Tak hanya membuka, Alex juga menjadi narasumber utama. Dia menyampaikan materi mengenai kepemimpinan desa modern, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta transformasi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Alex menegaskan bahwa kepala desa tidak hanya memegang jabatan administratif, tetapi juga memikul amanah moral yang besar dari masyarakat.
“Kepala desa adalah ujung tombak pembangunan. Ketika seorang pemimpin desa berintegritas, maka pembangunan akan berjalan jujur, tepat sasaran, dan membawa manfaat yang nyata bagi warganya,” jelasnya.
Dia juga menekankan bahwa Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh anak daerah, sehingga setiap kepala desa harus mampu menjadi figur pemersatu, penjaga kerukunan, serta penggerak pembangunan partisipatif.
Retreat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pembangunan desa dengan arah pembangunan Kabupaten Ketapang ke depan. “Desa adalah pondasi. Jika desa kuat, Ketapang semakin maju dan mandiri,” tegas Alex.
Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai forum peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga ruang kontemplasi, evaluasi diri, dan penguatan perspektif kepemimpinan.
Para kepala desa mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan keuangan desa yang transparan, penyusunan perencanaan berbasis data, penguatan ekonomi desa, transformasi digital layanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur desa, dan penguatan nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat.
Melalui retreat ini, Alex berharap seluruh kepala desa mampu kembali ke desa masing-masing dengan motivasi baru, integritas yang makin kuat, serta wawasan yang lebih luas untuk mengabdi.
“Mari kita bangun Ketapang dari desa. Kita hadir bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan masyarakat,” ajak Alex. (*)
